Akibat Jika Tubuh Kekurangan Lemak

Akibat Jika Tubuh Kekurangan Lemak

Akibat Jika Tubuh Kekurangan Lemak

Akibat Jika Tubuh Kekurangan Lemak –  Banyak orang beranggapan bahwa lemak adalah musuh utama kesehatan yang harus di hindari agar tidak gemuk. Namun, lemak sebenarnya merupakan zat gizi makro yang sangat krusial bagi keseimbangan fungsi tubuh manusia. Jika seseorang mengalami kondisi kekurangan lemak, berbagai gangguan kesehatan serius justru dapat mengancam. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami apa asaja risiko yang muncul saat asupan nutrisi ini tidak tecukupi denganbaik.

Apakah Tubuh Bisa Mengalami Defisiensi Lemak

Secara umum, lemak terbagi menjadi dua faktor katergori besar, yaitu lemak jenuh yang sering di sebut lemak jahat dan lemak tak jenuh atau lemak baik. Konsumsi lemak jahat yang berlebihan memang dapat memicu penyakit berbahaya seperti stroke atau diabetes. Namun, lemak baik justru memberikan perlindungan maksimal bagi jantung dan organ lainnya.

Meskipun kasus ini tergolong jarang pada orang dengan pola makan normal, kekurangan lemak tetap bisa terjadi. beberapa kondisi medis seperti gaungguan makan, peradangan pada usus, hingga diet yang telalu ekstrim sering kali menjadi pemicu utamanya. Karena hampir semua makanan selain buah dan sayuran mengandung lemak, anda sebernarnya sulit untuk benar-benar menghindari zat ini sepenuhnya.

Berbagai Dampak Buruk Akibat Kurang Lemak

Ketika tubuh tidak memperoleh asupan lemak yang memadai, sistem internal tidak akan berjalan secara optimal. Berikut beberapa dampak negatif yang perlu anda waspadai.

1. Penyerapan vitamin terganggu

Lemak berperan sebagai pelarut alami bagi vitamin A,D,E, dan K. Tanpa adanya lemak, tubuh akan kesulitan menyerap nutrisi tersebut sehingga memicu gejala seperti gusi bengkak,nyeri otot, hingga masalah penglihatan.

Baca juga : Manfaat Kurma Bagi Kesehatan

2. Risiko dermatitis dan masalah kulit

Nutrisi ini merupakan elemen kunci dalam struktur sel kulit untuk menjaga kelembapan alami. Kurangnya asupan lemak dapat menyebabkan kulit menjadi sangat kering, bersisik, dan mengalami peradangan kronis atau dermatitis.

3. Proses pemulihan luka melambat

Tubuh memerlukan lemak untuk memproduksi molekul yang mengendalikan respon peradangan saat terjadi cidera. Jika asupan lemak sangat minim, maka proses penyembuhan luka akan memakan waktu yang jauh lebih lama dari biasanya.

4. Gangguan kesehatan mental dan depresi

Lemak memiliki pengaruh besar terhadap produksi hormon serotin yang menciptakan rasa tenang. Kekurangan zat gizi ini dapat menggangu kestabilan emosi dan meningkatkan risiko depresi karena fungsi otak terlindungi dengan baik.

5. Melemahnya sistem imunitas

Seseorang yang membatasi lemak secara berlebihan biasanya akan lebih mudah jatuh sakit. Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkaan asam lemak esensial seperti omega 3 untuk merangsang aktivitas sel-sel kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *